Minggu, 04 Desember 2011

Profil Sujiwo Tejo


Nama : Agus Hadi Sudjiwo (Sujiwo Tejo)
Laki-Laki
Islam
Jember, Jawa Timur31 Agustus 1962

Pendidikan formal:
Jurusan Matematika ITB (1980-1985)
Jurusan Teknik Sipil ITB (1981-1988)



PERSONAL

Agus Hadi Sudjiwo atau populer dengan nama Sudjiwo Tedjo lahir di Jember, Jawa Timur, 31 Agustus 1962. Meski dia juga seorang penyanyi, namun sosoknya lebih banyak dikenal sebagai seorang aktris dan budayawan. Tedjo yang lulusan dari Institut Teknologi Bandung (ITB), sempat menjadi wartawan di harian Kompas selama delapan tahun.

Setelah beberapa lama menjalani kehidupan sebagai wartawan, ia kemudian berubah arah menjadi seorang penulis, pelukis, pemusik dan dalang wayang. Dalam aksinya sebagai dalang, Tedjo suka melanggar berbagai pakem pewayangan, termasuk Rahwana dibuatnya jadi baik, Pandawa dibikinnya tidak selalu benar dan sebagainya. Ia seringkali menghindari pola hitam putih dalam pagelarannya.

Pergumulannya dengan komunitas Eksotika Karmawibhangga Indonesia (EKI), memberinya peluang untuk mengembangkan dirinya secara total di bidang kesenian. Selain mengajar teater di EKI sejak 1997, Sujiwo Tejo juga memberikan workshop teater di berbagai daerah di Indonesia sejak 1998.

Berlanjut pada tahun 1999, Tejo memprakarsai berdirinya Jaringan Dalang. Tujuannya adalah untuk memberi nafas baru bagi tumbuhnya nilai-nilai wayang dalam kehidupan masyarakat masa kini. Bahkan pada tahun 2004, Sujiwo Tejo mendalang keliling Yunani.



KARIR
Semasa kuliah, bakat seni Sujiwo Tejo memang sudah mulai tampak. Bersama dengan budayawan Nirwan Dewanto, mantan penyiar radio kampus tersebut Ludruk ITB. Sujiwo Tejo juga menjabat Kepala Bidang Pedalangan pada Persatuan Seni Tari dan Karawitan Jawa di Institut Teknologi Bandung (ITB) tahun 1981-1983 dan pernah membuat hymne jurusan Teknik Sipil ITB pada Orientasi Studi tahun 1983.

Kemampuan dalang Sujiwo Tejo telah berkembang sejak usianya masih anak-anak. Dia bahkan mencipta sendiri lakon-lakon wayang kulit sebagai awal profesinya di dunia wayang dengan judul Semar Mesem (1994). Ia juga menyelesaikan 13 episode wayang kulit Ramayana di Televisi Pendidikan Indonesia tahun 1996, disusul wayang acappella berjudul Shinta Obong dan lakon Bisma Gugur.

Pada tahun 1998, Sujiwo Tejo mulai dikenal masyarakat sebagai penyanyi berkat lagu-lagunya dalam album PADA SUATU KETIKA. Video klip Pada Suatu Ketika meraih penghargaan video klip terbaik pada Grand Final Video Musik Indonesia 1999, dan video klip lainnya merupakan nominator video klip terbaik untuk Grand Final Video Musik Indonesia tahun 2000.

Kemudian diikuti album berikutnya yaitu PADA SEBUAH RANJANG (1999), SYAIR DUNIA MAYA (2005) dan YAIYO (2007). Selain ndalang, Sujiwo Tejo juga aktif dalam menggelar atau turut serta dalam pertunjukan teater. Antara lain, membuat pertunjukan Laki-laki kolaborasi dengan koreografer Rusdy Rukmarata di Gedung Kesenian Jakarta dan Teater Utan Kayu, 1999.

Sujiwo Tejo juga menjadi Sang Dalang dalam pementasan EKI Dancer Company yang bertajuk Lovers and Liars di Balai Sarbini, Sabtu dan Minggu, 27-28 Februari 2004. Selain teater, Sujiwo Tejo juga bermain dan menjadi sutradara film. Debut filmnya adalahTELEGRAM (2001) arahan Slamet Rahardjo dengan lawan main Ayu Azhari. Film ini bahkan meraih Best Actress untuk Ayu Azhari dalam Asia-Pacific Film Festival.

Kemudian karirnya di dunia film dilanjutkan dengan KAFIR (2002), KANIBAL (2004),JANJI JONI (2005) dan KALA (2007). Bersama Meriam BellinaSujiwo Tejomembintangi Gala Misteri SCTV yang berjudul KAFIR-TIDAK DITERIMA DI BUMI (2004).

Sujiwo Tejo juga menggarap musik untuk pertunjukan musikal berjudul Battle of Love-when love turns sour, yang digelar 31 Mei sampai 2 Juni 2005 di Gedung Kesenian Jakarta. Hasil pertunjukan karya bersama Rusdy Rukmarata (sutradara & koreografer) dan Sujiwo Tejo (komposer musik) akan digunakan untuk membiayai program pendidikan dan pelatihan bagi anak-anak putus sekolah yang dikelola oleh Yayasan Titian Penerus Bangsa.

Sujiwo Tejo juga menyutradarai drama musikal yang berjudul 'Pangeran Katak dan Puteri Impian' yang digelar di Jakarta Convention Center tanggal 1 dan 2 Juli 2006. Selain ituTedjo juga pernah menjadi sutradara dan bermain dalam beberapa film seperti JANJI JONI, KAFIR dan DETIK TERAKHIR. Selain itu, dia juga tampil dalam drama teatrikalKABARETJO yang berarti Ketawa Bareng Tejo.

Selain itu, dia juga membintangi film-film sukses lainnya. Salah satu film cukup populer yang dibintanginya adalah film garapan Hanung Bramantyo yang berjudul SANG PENCERAH (2010). Sedangkan tahun 2011, dia sibuk dengan film terbarunya berjudulTENDANGAN DARI LANGIT, di mana dia berakting bersama Irfan Bachdim dan Kim Kurniawan.

DISKOGRAFI
PADA SUATU KETIKA (1998)
PADA SEBUAH RANJANG (1999)
SYAIR DUNIA MAYA (2005)
YAIYO (2007)


FILMOGRAFI
Film
TELEGRAM (2001)
KAFIR (2002)
KANIBAL - SUMANTO (2004)
DETIK TERAKHIR (2005)
JANJI JONI (2005)
KALA (2007)
HANTU ABORSI (2008)
BARBI3 (2008)
KAWIN LARIS (2009)
CAPRES (CALO PRESIDEN) (2009)
SANG PENCERAH (2010)
TENDANGAN DARI LANGIT (2011)

sebagai sutradara
BAHWA CINTA ITU ADA (2010)

Sinetron
DARI SUJUD KESUJUD (2011)

BUKU
Kelakar Madura buat Gus Dur (Yogyakarta, Lotus, 2001)
Dalang Edan (Aksara Karunia, 2002)
The Sax (Eksotika Karmawibhangga Indonesia, 2003)



source
http://selebriti.kapanlagi.com/indonesia/s/sujiwo_tejo/
sujiwotejo.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar